Kamis, 11 Mei 2017

Cara Membuat Studio Rumah Dengan Anggaran Minim

CARA MEMBUAT STUDIO RUMAH DENGAN ANGGARAN MINIM


Apakah Sobat memiliki cita-cita untuk memiliki studio sendiri namun terkendala dengan modal? Tidak perlu pesimis karena yang Sobat butuhkan untuk memotret adalah ruangan yang tidak terlalu besar dan Sobat hanya membutuhkan beberapa peralatan dasar seperti kamera, backdrop, soft-box dan sedikit pencahayaan. Semoga Tips dalam artikel kali ini akan membantu Sobat untuk memecahkan masalah ini.


Foto diambil oleh Christopher Seufert
Ini yang harus Sobat lakukan jika Sobat sudah mempunyai ruangan kosong untuk Studio rumah:

1. Carilah Iklan Penjualan Peralatan Studio di Majalah/Koran Lokal
Carilah penjualan peralatan studio yang telah di upgrade untuk rumahan. Jangan lupa cek juga jika mereka menjual aksesoris lain seperti flash dan kabel sinkronisasi (sync).

2. Buat Backdrop (Latar Belakang) Sendiri
Sobat dapat membuat layar backdrop Sobat sendiri dengan biaya yang tidak terlalu mahal;
 Cari  kain Musin lalu potong ukuran  3×3 meter lalu warnai. Untuk backdrop yang tampak profesional carilah reverensi dari internet.
 Cari kain kanvas (ukuran seperti di atas) dan warnai itu, meskipun ini akan berat dan akan membutuhkan banyak pewarna, namun terhitung lebih murah jika Sobat membeli yang sudah jadi.
 Cari di eBay untuk melihat-liha jika ada yang menjual Backdrop dengan tawaran yang murah.

3. Gunakan Pencahayaan Alami
Yang paling sederhana, termurah (gratis) dan sumber pencahayaan terbaik adalah cahaya jendela yang alami. Memanfaatkan kain tipis (kain fual) untuk mendapatkan cahaya lembut yang menyebar atau memungkinkan cahaya langsung untuk mendapatkan efek yang lebih dramatis.

4. Membuat reflektor Sendiri
Sobat dapat membuat reflektor murah dari sepotong karton (sebuah kotak kardus tua), silver foil (kertas perak), kertas putih dan perekat semprot. Gunakan perekat semprot untuk menempelkan foil pada satu sisi kardus dan kertas putih untuk sisi yang lain dan sekarang Sobat memiliki reflektor sendiri :D. ini dapat digunakan untuk melakukan bouncing (pemantulan) cahaya dan dengan demikian bertindak sebagai cahaya kedua atau fill light.

5. Sobat tidak Perlu Menghamburkan Uang Untuk Membeli Lampu
Sobat tidak perlu pencahayaan yang mahal untuk men set-up studio rumah;
Cari Interfit gear, harganya cukup murah
Sekali lagi lihat di eBay untuk kit studio.
Sebuah set-up yang baik, Cobalah Nissin 340T kit. Ini terdiri dari dua flash hot-shoe, head unit utama dan head fill unit yang lebih kecil.

6. Beberapa Proyek Studio Rumahan yang Bisa Sobat Tackle sendiri
Berikut adalah beberapa saran untuk proyek-proyek Studio Rumahan;
Buat backdrop sendiri.
Buatlah sendiri reflektor bouncing.
Buatlah soft-box-dari kardus tua, silver foil, kain muslin dan perekat semprot.
Membangun sendiri sebuah meja still life.
Cari reverensi di internet mengenai Studio Fotografi Rumahan untuk mendapatkan lebih banyak ide.
Dengan berpikir kedepan Sobat dapat membangun sebuah studio rumah dengan  anggaran yang minim namun dengan perencanaan yang cermat.
Meskipun ini mungkin saja  bukan studio impian Sobat, tetapi dengan mempunya studio sendiri akan memungkinkan Sobat untuk berlatih dan mengasah keterampilan Sobat. Mudah-mudahan saja Dalam waktu dekat Sobat dapat meningkatkan teknik studio Sobat, dan mendapatkan beberpaa komisi dari hasil keringat Sobat yang mana penghasilan itu digunakan untuk untuk meng-upgrade set-up studio rumahan milik Sobat.


Sumber :https://weddingkumagazine.wordpress.com/2012/02/17/cara-membuat-studio-rumah-dengan-anggaran-minim/

Langkah-Langkah Dalam Pembuatan Animasi Stop Motion.

Langkah-Langkah Dalam Pembuatan Animasi Stop Motion.

1. Konseptualisasi
Merupakan proses pencetusan ide utama  dan panduan untuk membuat animasi atau bisa disebut konsep awal dalam pembuatan animasi.

2. Scripting
Menulis konsep yang sudah dipikirkan dalam  bentuk  naratif, deskriptif atau sinopsis. Juga bisa dianggap sebagai storyboard yang berbentuk tulisan/ text.

3. Storyboard 
Merupakan komponen penting dalam animasi. Storyboard merupakan visualisasi rencana dari seluruh proyek yang akan dikerjakan yang berisi Shots dan Angle yang diperlukan untuk mempermudah seluruh proses pengerjaan.

4. Set-up                                                  
Menyiapkan elemen dan material yang diperlukan  mulai  dari Background, Objek, Kamera, Tripod, Pencahayaan.

5. Background 
bisa menggunakan apapun sesuai dengan tema dan teknik yang akan dikerjakan. Apakah kita menggunakan teknik clay animation atau cut out animation.

6. Objek
menyiapkan objek atau karakter yang akan dipergunakan. Bisa berupa plastisin untuk animasi clay, pasir untuk sand animation, kertas-kertas untuk cut out animation dan lain sebagainya sesuai dengan teknik dan tema. (Ini sangat lah penting ya kalau ga ada ga mungkin jadi Stop Motion).


7. Kamera
tripod dan pencahayaan, merupakan peralatan standard dalam  membuat  animasi  stop  motion.  Kamera sebaiknya menggunakan kamera digital baik DSLR maupun tipe pocket atau bahkan webcam. Sementara tripod berfungsi sebagai stabilisator kamera sehingga hasilnya konstan dan tidak goyang dalam mengambil gambar per frame. Sedangkan Pencahayaan atau lighting berfungsi untuk memberikan cahaya yang konstan pula pada setiap frame pengambilan gambar.


8. Produksi/ Pemotretan
Merupakan proses dimana kita melakukan segala pemotretan, setting karakter dan background untuk menghasilkan frame-frame animasi.


9. Editing & Mixing Audio
Proses pasca produksi dimana kita memasukan hasil frame-frame foto hasil produksi ke software pengolah gambar sequence untuk dijadikan movie dan memasukan suara dan efek suara.


Mudah bukan buat stop motion nya, ayo tunjukan kreatifitas mu dengan membuat stop motion. Oh iya untuk aplikasi editing nya bisa menggunakan Movie MakerAfterEffectBlender dll. Dan untuk android bisa menggunakan Lapse it,PicPacCameraClayframes Lite dll.


Sumber : http://sakulo17.blogspot.co.id/2015/08/cara-membuat-stop-motion-dengan-sempurna.html

Rabu, 10 Mei 2017

Perbedaan Kamera DSLR dan SLR

Perbedaan Kamera DSLR dan SLR


Ilustrasi Perbedaan Kamera DSLR dan SLR


Kamera SLR (single-lens reflex) atau Kamera refleks lensa-tunggal‎ adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya.

Bila seorang fotografer telah memotret objek, maka hasilnya disimpan dalam gulungan film 35 MM karena kamera ini hanya memiliki system elektronik yang sederhana. Dari gulungan film tersebut dapat langsung di cuci cetak menjadi foto cantik di selembar kertas. Sayangnya, pemilik tidak dapat mengedit foto sebelum dicetak. Kelemahan system ini pemilik tidak dapat mengutak-atik (mengedit) sesuai dengan keinginan atau bila terjadi kesalahan tidak bisa diulangi lagi.

Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex Camera) adalah kamera digital yang menggunakan mechanical mirror system dan pentaprisma unuk mengarahkan cahaya dari lensa menuju optical viewfinder yang berada pada kamera).

Kamera dslr bekerja otomatis menyimpas gambar di dalam memori card. Anda tidak perlu khawatir mengenai hasil karena hasil jepretan langsung muncul di layar kamera. Tinggal memberikan nilai pada hasil. Bila bagus disimpan, bila ternyata kurang memuaskan bisa dihapus dan mengambil gambar lagi. Mudah sekali bukan?
         
Sayangnya kamera dslr memerlukan perangkat lain apabila pengguna ingin memproses foto lebih lanjut. Misalnya pengguna ingin punya gambar cetak atau di print, maka memori card tadi dimasukkan ke laptop yang memiliki software tertentu seperti photoshop, picasa, adobe, dan lain-lain. Nah, bila sudah ada perangkat dan dibuka, maka gambar bisa dilihat di computer atau laptop dan diedit. Kekurangan gambar dapat dibenahi sebelum dicetak. Bahkan, background dari gambar yang telah diambil bisa diganti.

Harga kamera SLR yang berbeda dibandingkan dengan kamera DSLR tentu juga dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah masalah desain dan kepraktisan. Kamera SLR tentunya tidak sepraktis yang dimiliki oleh kamera dlsr. Kamera DSLR lebih praktis karena mampu menampilkan hasil jepretan langsung. Selain itu kualitas gambar yang di berikan oleh dua kamera juga bisa berbeda. Namun pengguna dari kedua kamera harus menyesuaikan dengan perangkat lunaknya untuk sesuai kebutuhan.


Sumber : http://agashi86.blogspot.co.id/2016/06/perbedaan-kamera-dslr-dan-slr.html

Minggu, 07 Mei 2017

Image Stabilization Saat Memakai Tripod, Apa Yang Perlu Anda Ketahui

Image Stabilization Saat Memakai Tripod, Apa Yang Perlu Anda Ketahui?


Canon 70 200
Image Stabilization (atau Vibration Reduction pada Nikon) adalah teknologi yang ada di beberapa lensa DSLR Canon dan Nikon. Cukup dengan mengaktifkan Image Stabilization (IS) maka fotografer bisa menghasilkan foto yang tajam dalam kondisi minim cahaya tanpa bantuan tripod – alias menggunakan shutter speed yang cukup lama sementara kamera hanya dipegang tangan – tanpa foto menjadi blur.

Image Stabilization atau Vibration Reduction berfungsi mengurangi efek getaran selama pemotretan sehingga menjadi lebih stabil dan ujung-ujungnya foto menjadi lebih tajam. IS atau VR diklaim bisa membuat foto kita tetap tajam meskipun dalam kondisi eksposur lebih lambat 2 sampai 3 stop.
Satu hal yang sering ditanyakan pembaca melalui email adalah: “apakah ada efeknya saat kita memotret menggunakan tripod sembari mengaktifkan IS atau VR?”

Jawabannya sangat bergantung pada jenis model lensa IR/VR tersebut. Disaat awal teknologi IS dan VR ini dikenalkan, beberapa foto yang diambil dengan lensa IS/ VR yang diaktifkan sambil mengunakan tripod malah justru blur. Penyebabnya adalah karena teknologi image stabilization secara default akan mencari gerakan kamera. Nah saat kamera dipasang di tripod sehingga kamera tersebut menjadi sangat stabil, maka IS dan VR justru akan kebingungan sehingga membuat foto menjadi blur.

Untuk mengatasi ini, Nikon dan Canon memperkenalkan teknologi baru image stabilization yang dilengkapi kemampuan mendeteksi saat kamera dipasang di tripod (tripod detection). Dengan tripod detection maka IS dan VR secara otomatis akan tahu saat kita memakai tripod dan tidak berusaha mencari-cari gerakan.

Untuk memastikan lensa IS atau VR mana saja yang dilengkapi dengan tripod detection, pastikan buka kembali manual lensa anda. Jika lensa anda tidak dilengkapi tripod detection, maka matikan IS atau VR saat anda memotret menggunakan tripod. Sementara jika lensa IS anda sudah dilengkapi tripod detection, maka pakai tripod-pun tidak akan memberi efek blur pada foto saat memakai gtripod.

Sumber : http://belfot.com/image-stabilization-is-vr-tripod/

12 Alasan Bagus Untuk Membeli Tripod

12 Alasan Bagus Untuk Membeli Tripod


tripod-fotografi

Kalau belakangan ini anda sudah menimbang-nimbang untuk membeli tripod namun masih juga ragu, saya kasih 12 alasan bagus kenapa anda sebaiknya segera bergegas membelinya:

1.Untuk meningkatkan ketajaman foto anda
2.Kalau anda memiliki lensa tele yang lumayan berat, anda bisa menaruhnya di tripod
3.Untuk meningkatkan kualitas foto dengan setting ISO kamera yang rendah
4.Agar anda bisa menyusun komposisi foto anda dengan lebih teliti
5.Wajib dipakai saat anda memotret HDR atau panorama
6.Ingin memotret diri sendiri? berarti anda butuh tripod
7.Ingin memotret bulan? bintang? jejak bintang (star trail)? tripod wajib!
8.Ingin mencoba melukis dengan cahaya (painting with light)? tripod!
9.Suka foto makro? tripod sangatlah membantu
10.Kamera anda dilengkapi video? untuk mengurangi vibrasi gunakan tripod
11.Punya reflektor atau flash tambahan tapi tidak punya asisten? panggil tripod dan suruh dia memeganginya
12.Sangat suka foto landscape? air terjun atau ombak menjadi seperti kapas? tripod!

Sumber : http://belfot.com/12-alasan-membeli-tripod/

7 Aksesoris Penting Untuk Kamera DSLR Anda

7 Aksesoris Penting Untuk Kamera DSLR Anda

Oke, jadi anda sekarang telah memiliki kamera SLR baru, menenteng-nenteng SLR kemanapun anda pergi dan memotret beragam obyek, dari wajah orang-orang disekitaran sampai bakso langganan. Seiring dengan jam terbang yang meningkat, cepat atau lambat anda akan mulai berpikir untuk menambah aksesoris fotografi untuk melengkapi kamera DSLR dan lensa anda.

Untuk menyeimbangkan dengan isi dompet, perlu bagi anda untuk membuat prioritas belanja aksesoris. Jadi, sebenarnya aksesoris fotografi apa saja sih yang paling berguna (dan juga paling populer) bagi pemilik DSLR? berikut saya pilihkan 7 aksesoris untuk anda:

Tas Kamera

Tersedia beragam jenis tas kamera di pasaran, tinggal pilih yang sesuai selera: dari backpack, ikat pinggang, sling-slide (menyamping) sampai yang mirip koper. Yang jelas tas kamera disini berfungsi agar kita bisa menyimpan kamera dan lensa yang kita miliki selama bepergian secara aman. Tidak jatuh, aman dari benturan dan aman dari air.

Kit Pembersih

Untuk menjaga kondisi eksterior lensa dan kamera agar selalu bersih, anda memerlukan lap mikrofiber dan cairan pembersih khusus. Terutama untuk lensa, sebisa mungkin anda melindungi lensa dengan filter UV (lihat filter dibawah), biasanya untuk lensa cukup gunakan blower. Kit pembersih bisa dibeli di toko-toko kamera.
Saya tidak menyarankan anda membersihkan bagian interior kamera (apalagi sensor), serahkan saja pada ahlinya: biasanya toko kamera menyediakan layanan sensor cleaning. Toh kebanyakan SLR sekarang memiliki fasilitas self-cleaning yang cukup handal untuk menyapu debu dari sensor. Baca juga cara mendeteksi ada atau tidaknya kotoran di sensor kamera anda.

Tripod

Tripod, monopod, gorillapod, apapun fungsinya adalah membantu anda menghasilkan foto yang tajam saat mengambil eksposur long shutter. Dibandingkan jenis lainnya, tripod masih tetap paling populer, karena relatif lebih handal dan tangguh. Baca 12 alasan kenapa sebaiknya anda membeli tripod.
Pastikan anda membeli tripod dengan kemampuan menahan beban yang cukup, kaki-kakinya cukup gampang di perpanjang (dan diperpendek), memiliki mekanisme pemasangan dan pelepasan kamera yang enak serta memiliki kepala dengan gerakan yang fleksibel (saya sarankan jenis ball head).

Flash Eksternal

Flash ekternal akan secara drastis meningkatkan kualitas foto anda jika dibandingkan sewaktu anda menggunakan flash bawaan yang melekat di kamera SLR. Memiliki power yang jauh lebih besar, kemampuan kontrol yang jauh lebih fleksibel, dan kita bisa mengatur arah pencahayaan yang jatuh ke obyek secara lebih mudah.

Dengan flash eksternal anda akan bisa menghasilkan pencahayaan yang jauh lebih lembut, rata dan cerah dibandingkan kalau menggunakan flash bawaan.

Filter

Filter adalah aksesoris yang cukup esensial bagi sistem SLR. Dari beragam jenis filter, ada 3 jenis yang layak anda pertimbangkan untuk dibeli:
Filter Proteksi (Filter UV atau Netral) – fungsi nyatanya adalah melindungi lensa anda, filter ini relatif murah sehingga anda akan ‘ikhlas’ menjadikannya sebagai bemper yang dipasang didepan lensa. Biarkan filter yang bersentuhan dengan udara kotor-tangan-cipratan air, dan bukan lensa yang harganya bisa berlipat-lipat lebih mahal.
Filter Polarisasi atau CPL – mengubah langit sehingga terlihat lebih ‘dalam’, menghilangkan refleksi di air (atau kaca), agar pepohonan tampak lebih hijau. Gampangnya ini adalah ibarat kacamata hitam bagi lensa anda. Baca tentang fungsi dan cara menggunakan filter CPL disini.
Filter ND (Neutral density) dan Grad-ND – mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke kamera anda. Jika anda ingin menghasilkan foto air terjun yang tampak seperti kapas (shutter panjang) sementara hari masih terlalu siang, maka anda akan memerlukan Filter ND supaya cahaya bisa dikurangi (baca lebih jauh tentang filter ND disini). Sementara filter ND Gradasi (Grad-ND) berfungsi seperti ND dengan tingkat penggelapan yang bersifat gradasi (bagian atas lebih gelap dan semakin ke bawah semakin terang). Grad-ND sangat berguna saat anda akan memotret landscape yang melibatkan langit, karena beda terang yang sangat mencolok antara langit dan tanah.



  • grad-ND
Shutter Release

Selain tripod, aksesoris tambahan yang akan meningkatkan ketajaman hasil foto anda adalah shutter release. Dengan shutter release, kita tidak perlu memencet tombol shutter di kamera, cukup gunakan shutter release sehingga anda bisa mengaktifkan shutter dari jauh. Ya, fungsinya mirip remote control TV anda. Shutter release tersedia dalam 2 pilihan: kabel dan wireless.t

Verikal Grip (VG)

Jika anda mulai lebih intensif memotret sementara kamera anda belum memiliki fitur pegangan vertikal dari sononya, belilah vertikal grip tambahan. Selain sangat membantu saat  memotret dalam orientasi portrait (vertikal), VG juga berfungsi sebagai batere cadangan, sehingga tidak perlu khawatir kehabisan batere saat asyik menjepret.
Sumber : http://belfot.com/7-aksesoris-penting-untuk-kamera-slr-fotografi/

Filter Lensa Dalam Fotografi

Filter Lensa Dalam Fotografi

Filter lensa adalah kaca transparan atau lembaran tipis elemen yang terpasang di depan filter. Filter lensa berguna untuk melindungi fisik lensa , mengubah karakteristik cahaya yang melewati lensa atau memberi efek khusus pada hasil foto.

Jenis Filter Lensa – Berdasarkan Cara Pasangnya

Ada dua jenis filter lensa berdasarkan cara mereka dipasang ke lensanya:

1. Filter Screw In (Ulir)
Filter screw in adalah jenis filter yang dipasang didepan lensa dengan cara mengikuti ulir yang ada dibagian depan barel lensa. Setiap filter berjenis ulir ini memiliki ukuran yang spesifik, mengikuti spesifikasi ukuran ulir yang ada dilensa. Kalau dilensa ada symbol diameter seperti ini Ø lalu diikuti dengan angka dua digit (72, 60 dll) maka kedua angka tersebut menandakan ukuran ulir untuk filter ulir.

Filter Screw

Filter ulir bisa dipasangan tunggal atau bertumpuk sesuai estetika visual foto yang ingin dicapai.

2. Filter Slot In
Untuk jenis filter lensa satu ini, sebuah rangka logam tipis tempat optik dfilter dipasang (biasanya disebut holder) dikaitkan ke ring adapter yang masuk ke lensa. Holder tersebut biasanya memiliki tiga sampai empat dudukan filter sehingga kita bisa menumpuk (stacking) beberapa jenis lensa.

Filter Slot
Filter jenis slot in ini lebih fleksibel karena bisa dipakai untuk beragam ukuran lensa dan kita bisa menumpuk beberapa jenis lensa sekaligus (CPL + ND misalnya).

Jenis Filter Lensa – Berdasarkan Kegunaannya

Ada banyak jenis dan nama filter kalau dipilah berdasarkan kegunaannya. Dibawah ini adalah beberapa jenis yang sering dipakai:

1. Filter UV
Filter UV (Ultra Violet) adalah filter transparan yang berguna untuk menghalangi cahaya ultra violet. Kegunaan filter UV adalah untuk mengurangi haze (kabut asap tipis) yang tampak di foto saat foto masih menggunakan film. Filter UV di era fotografi digital tidak terlalu dibutuhkan karena cahaya ultra violet tidak mempengaruhi sensor digital, berbeda halnya kalau anda masih menggunakan film.

Namun filter UV masih sering ditawarkan para sales di toko kamera dan banyak yang tetap memakainya di lensa karena kebiasaan lama yang susah mati. Kalaupun UV tidak berpengaruh pada sensor digital, setidaknya filter ini bisa dipakai untuk melindungi ujung depan lensa dari benturan. Daripada lensa saya kenapa-kenapa, mending kita korbankan filternya.

filter-uv-bisa-melindungi-lensa
2. Filter Polarisasi / CPL
Filter polarisasi adalah filter yang berguna untuk menggelapkan langit dengan cara meningkatkan kontras antara langit dan awan. Selain itu, filter CPL juga berguna untuk mengurangi pantulan sinar matahari. Berguna saat memotret kaca, air yang memantulkan cahaya dan benda reflektif lainnya.
Filter CPL adalah salah satu filter paling penting untuk para fotografer landscape saat harus berhadapan dengan pantulan air dan juga untuk meningkatkan kontras di langit.

Belfot sudah mengulas lebih jauh tentang  cara memakai filter CPL disini.

3. Filter Neutral Density
Filter Neutral Density (ND) adalah filter utama untuk foto long exposure. Filter ND secara bentuk fisik bisa berbentuk ulir maupun flat slot. ND adalah singkatan dari Neutral Density, kata Neutral kurang lebih karena sifatnya tidak mengubah arah maupun karakter cahaya. Sementara kata Density karena sifatnya mengurangi intensitas cahaya. Jadi kurang lebih bisa diartikan sebagai filter yang berguna untuk mengurangi intensitas cahaya namun tidak mengubah karakternya.

Filter Neutral Density ND
Filter ND juga merupakan salah satu filter paling penting untuk fotografer landscape yang suka memotret long exposure untuk menghasilkan foto seperti ini:

Bigar Waterfall by Sebastian Puraci on 500px.com
Selian itu, filter ND juga biasa dipakai para videografer atau fotografer portrait yang ingin menggunakan bukaan aperture lebar di tengah terik matahari.

4. Filter Graduated ND
Filter graduated neutral density, biasa disebut graduated filter adalah filter yang memiliki fungsi seperti filter ND namun dengan intensitas yang bertingkat, bagian atas gelap sementara bagian bawah gelap. Filter ini biasanya dipakai untuk memotret landscape dengan subyek yang memiliki perbedaan tonal yang sangat lebar seperti saat sunset atau sunrise.

Filter Graduated ND

Ketika kita memotret sunrise atau sunset di pantai, perbedaan antara langit yang terang dan laut yang jauh lebih gelap bisa jadi sampai 3 stop atau lebih (stop, apa itu?). Untuk menyamakan keduanya, kita perlu menggelapkan bagian langit sementara bagian laut kita biarkan, jadilah kita pasang filter graduated ND dengan beda exposure 3 stop. Popularitas filter Graduated ND sedikit turun seiring dengan penerapan bermacam teknik High Dynamic Range yang semakin tidak “norak’ dan halus. Contoh aplikasinya seperti di bawah ini, bagian kanan dipasangi filter sementara bagian kiri tidak, terlihat bahwa langit menjadi lebih gelap dan sunset menjadi terlihat:

5. Filter Untuk Foto Black & White
Ada beberapa filter yang dipasang untuk menghalangi cahaya dengan panjang gelombang tertentu agar foto hitam putih menjadi lebih bagus. Ada filter Red, Orange, Yellow, Green dan Blue yang biasa dipakai oleh fotografer penggemar foto hitam putih.
Sebagai contoh, filter Red 25 menghalangi cahaya merah dan memperkuat cahaya biru, sehingga langit dalam foto hitam putih bisa menjadi lebih dramatis. Filter Black & White ini sudah jarang digunakan di era fotografi digital
 Filter 25 Red

6. Filter Soft Focus
Filter Soft Focus berguna untuk membuat subyek foto tampak lebih lembut, filter ini akan mengurangi ketajaman foto dan membuatnya tampak lembut. Filter ini biasanya dipakai saat memotret wajah orang. Dengan memanfaatkan difusi cahaya yang dibuat oleh filter soft focus ini, kita bisa membuat kulit muka yang cukup kasar menjadi tempak lebih lembut.
 Filter Soft Focus
Filter soft focus sudah agak jarang dipakai mengingat fungsinya bisa dibuat di photoshop dan metode retouch lainnya.

Sumber : http://belfot.com/filter-lensa/